Rabu, 20 Mei 2009

Presiden Perintahkan Prioritas Pemeriksaan Pesawat TNI

20/05/09 21:22

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan TNI AU untuk memprioritaskan pemeriksaan keselamatan penerbangan dan meningkatkan pemeriksaan terhadap pesawat yang dimilikinya.

"Mesti meningkatkan kegiatan ekstra untuk memastikan bahwa keselamatan penerbangan itu mendapatkan prioritas setinggi-tingginya. Ini yang saya instruksikan pada jajaran TNI, utamanya TNI AU," kata Presiden dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Sebelum memberikan keterangan pers, Presiden menggelar rapat membahas kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, yang dihadiri oleh Menko Polhukam Widodo AS, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jend Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supanji, dan kepala staf tiga angkatan.

Presiden meminta agar TNI dapat menjamin keselamatan para penumpang pesawat terbang yang dioperasikan untuk berbagai kegiatan, baik kegiatan operasional maupun kegiatan latihan.

Dalam rapat, Presiden mengatakan, ia mendapatkan penjelasan bahwa investigasi penyebab kecelakaan masih dalam proses. Belum dapat dipastikan hingga kini apakah kecelakaan yang menewaskan 99 orang itu karena faktor cuaca, kerusakan mesin, atau kesalahan manusia.

"Lebih baik kita tidak berspekulasi terhadap apa yang menyebabkan kecelakaan itu. Spekulasi lain saya kira tidak perlu kita kembangkan, karena apa yang saya terima dari penjelasan pimpinan TNI semuanya jelas dan gamblang," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, kecelakaan pesawat Hercules itu tidak ada kaitannya dengan jumlah anggaran yang kurang.

Menurut Juwono, dengan kondisi anggaran 40 persen lebih rendah dari anggaran minimal, TNI selalu melakukan perawatan sebaik-baiknya terhadap alat-alat pertahanan dan persenjataan yang dimilikinya.

"Dari dulu anggaran kurang, tapi kita selalu mengamankan supaya secara teknis semua Alutsista itu aman. Pengurangan anggaran tidak ada kaitannya dengan kecelakaan karena dari dulu anggarannya selalu di bawah 40 persen dari kebutuhan minimum," jelas Menhan.

Sedangkan Panglima TNI Jend Djoko Santoso memastikan tidak ada penumpang sipil di dalam pesawat Hercules yang bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Papua itu.

"Tidak ada dikomersialkan. Ini adalah penerbangan rutin. Itu adalah keluarga-keluarga dari militer," ujarnya.

Panglima TNI menjelaskan ia telah melapor kepada Presiden bahwa TNI telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat di lapangan untuk melakukan evakuasi para korban meninggal serta perawatan terhadap korban luka-luka.

Ia juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran TNI untuk menginstruksikan pemeriksaan ekstra ketat sesuai instruksi Presiden terhadap pesawat-pesawat TNI yang melakukan penerbangan.

"Selanjutnya saya perintahkan untuk melakukan investigasi awal dan dilanjutkan dengan investigasi selanjutnya sesuai dengan prosedur kalau ada kecelakaan pesawat," ujar Djoko.

Panglima TNI juga telah memerintahkan Panglima V Brawijaya untuk melakukan inventarisasi kerusakan daerah. TNI, menurut Djoko, akan mengganti semua kerugian masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan pesawat. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar