Rabu, 20 Mei 2009

Memicu debat anggaran

Hercules
Presiden Susilo menegaskan biaya rutin tidak dikurangi
Kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, membuka kembali perdebatan tentang kebijakan efisiensi anggaran bidang pertahanan yang ditempuh pemerintah.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut kebijakan efisiensi itu tidak untuk memangkas biaya perawatan pesawat dan alat sistem pertahanan lainnya.

Menurut presiden biaya yang dipangkas adalah pembelian pesawat dan perlengkapan lainnya yang bisa ditunda.

Sebelumnya Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan kecelakaan pesawat TNI sering terjadi akibat minimnya anggaran untuk alat utama sistem senjata.

Dalam anggaran belanja negara tahun lalu, pemerintah --sesuai kebijakan efisiensi-- melakukan pemotongan anggaran di semua departemen sebesar 15%.

Wartawan BBC, Heyder Affan, melaporkan kebijakan tersebut sempat dipertanyakan para pejabat di Departemen Pertahanan dengan alasan, pemotongan ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesiapan operasional TNI.

Porsi tidak cukup

Ini memang akibat kita tidak memberi porsi anggaran yang cukup untuk alutsista kita
Jusuf Kalla

Dan kini polemik tentang masalah ini muncul kembali setelah kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kecelakaan pesawat TNI sering terjadi akibat minimnya anggaran untuk alat utama sistem senjata.

"Ini memang akibat kita tidak memberi porsi anggaran yang cukup untuk alutsista kita. Apalagi Hercules yang kepentingannya bukan hanya untuk perang tapi juga untuk masa damai," tuturnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, akibat TNI kekurangan dana maka biaya perawatan dan operasional alat pertahanan menjadi tidak ideal.

Menurutnya, biaya perawatan yang seharusnya berkisar 20% hingga 25% dari anggaran keseluruhan, sekarang kurang dari 10%.

Yang ketiga dalam 2 bulan

Menanggapi masalah ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran yang ditempuh pemerintah tidak untuk mengurangi biaya rutin pemeliharaan dan operasional alat pertahanan.

"Yang ditunda adalah pembelian alutsista yang bisa kita tunda, apakah itu kapal laut, apakah itu pesawat, apakah itu tank-tank Angkatan Darat, tetapi untuk biaya rutin tidak akan dikurangi."

"Dan biaya operasi serta biaya maintenance juga tidak dikurangi. Itu jelas garis kebijakan yang dikeluarkan pemerintah," tambah Presiden.

Sambil menunggu hasil penyelidikan jatuhnya pesawat Hercules ini, Presiden meminta TNI untuk terus mengevaluasi keberadaan alat sistem pertahanan yang ada.

Kecelakaan pesawat Hercules TNI hari ini merupakan kecelakaan ketiga yang menimpa pesawat milik TNI dalam 2 bulan terakhir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar