Senin, 15 Juni 2009

Banyak Pesawat & Heli Jatuh, TNI Lebih Selektif Operasi Penerbangan

Senin, 15/06/2009 11:47 WIB
Anwar Khumaini - detikNews

Heli Puma TNI (dok detikcom)

Jakarta - Dalam 2 bulan terakhir sudah ada 4 helikopter dan pesawat terbang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh. TNI pun akan lebih selektif melakukan operasi penerbangan.

"Maksudnya begini kita selektif terhadap operasi penerbangan. Jadi bukan dihentikan," ujar Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Hankam di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2009).

Pernyataan Djoko tersebut menanggapi imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar TNI membatasi terbang pesawat dan helikopternya.

"Misalkan saat ulang tahun TNI kita tidak melakukan fly pass. Pengangkutan alat-alat logistik KPU, jika cuaca tidak mendukung ya tidak kita lakukan. Jadi kita lebih selektif," imbuhnya.

Sebenarnya, imbuh dia, TNI telah melakukan peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) seperti penambahan alutsista. "Yang signifikan seperti penambahan pesawat Sukhoi, 4 corvet dan lain-lain," jelas Djoko yang kali ini akan melapor ke presiden terkait jatuhnya helikopter Puma di Bogor itu.(nwk/iy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar