Jumat, 25 Juni 2010

Pesawat PangdamKeluar Barisan

Denpasar - SALAH satu pesawat latih KT 1 Wong Bee TNI-AU yang terbakar dan meledak di Bandara Ngurah Rai memang terbang bersama tiga pesawat lainnya.

Kecelakaan pesawat yang ditumpangi Pangdam IX/Udayana itu diduga dipicu oleh gangguan teknis yang terjadi pada mesin pesawat.

Sementara tiga pesawat lain yang juga diuji coba, berhasil terbang dan mendarat dengan mulus.

Musibah tersebut berawal dari adanya empat pesawat yang terbang sejajar di atas Bandara Ngurah Rai, namun salah satu di antaranya tiba-tiba keluar barisan dan tak lama kemudian meledak.

Beberapa saat sebelum pesawat meledak, kata saksi, terlihat dua orang yang tiba-tiba terlontar dari dalam pesawat dan parasut terjun menyusul mengembang. Kedua penumpang yang terlontar itu adalah Mayjen TNI Rachmat B. dan pilot Mayor Pnb. Andi Wijanarko.

Petugas di bandara internasional itu menilai bahwa pilot dan penumpang itu sangat sigap dan bereaksi cepat, sehingga berhasil menyelamatkan diri.

Keempat pesawat jenis Woong Bee buatan Korea itu mengadakan latihan di Pulau Dewata, sebagai bagian dari tiga kota yang dijadikan tujuan seri penerbangan latih navigasi bagi calon instruktur penerbang TNI Angkatan Udara. Operasi ini ditujukan bagi perwira penerbang siswa Sekolah Instruktur Penerbang TNI-AU Angkatan ke-63.

Ditutup Satu Jam

Akibat peristiwa itu, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali sempat ditutup selama satu jam.

''Bandara sempat kami tutup selama satu jam, sehingga sejumlah penerbangan yang berangkat dan akan mendarat di Ngurah Rai menjadi tertunda,'' kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Heru Legowo.

Ia mengatakan, penutupan dilakukan untuk membersihkan pecahan atau puing-puing pesawat yang jatuh di sekitar landasan.

''Setelah dilakukan pembersihan yang memakan waktu kurang lebih satu jam, bandara kembali dibuka,'' katanya.

Wong Bee merupakan pesawat terbang latih dasar buatan Korea Selatan yang dibeli TNI-AU pada masa kepemimpinan Marsekal TNI Hanafie Asnan. Pesawat tersebut dibeli untuk menggantikan AS-202 Bravo eks Angkatan Udara Amerika Serikat yang telah dipakai TNI-AU sejak dasawarsa 1970-an.

Pesawat tersebut telah memakai teknologi pengendalian sistem komputer, dilengkapi dua layar head up display yang identik di kursi penerbang siswa dan instruktur yang duduk di belakangnya. (kmb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar