Jumat, 25 Juni 2010

Pesawat Latih TNI-AU Meledak Pangdam Udayana Selamat

Denpasar (Bali Post) - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat B. dan pilot Mayor Pnb. Andi Wijanarko selamat setelah pesawat latih yang ditumpanginya terbakar kemudian meledak saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, Kamis (24/6) kemarin.

Pangdam selamat setelah terlontar ke udara menggunakan kursi penyelamat.

''Kami bersyukur bisa selamat dengan menggunakan kursi pelontar,'' ujar Pangdam IX/Udayana usai insiden tersebut.

Dikatakannya, saat menyentuh landasan bandara, tiba-tiba pesawat latih tempur itu mengeluarkan api dan terbakar.

Sesaat kemudian Pangdam Udayana bersama sang pilot langsung terlempar ke udara dan mendarat menggunakan terjun payung. Sedangkan bangkai pesawat yang meledak terlihat berserakan dalam beberapa bagian di landasan pacu.

Danlanud Ngurah Rai Letkol Pnb. Aldrin P. Mongan belum bisa menjelaskan penyebab kecelakaan tersebut. Ia pun menampik jika terjadinya senggolan dengan pesawat latih lain. ''Kami belum bisa menjelaskan penyebab kecelakaan. Kami bersyukur semua selamat,'' katanya.

Dikatakannya, penerbangan empat pesawat latih ini merupakan bagian dari kegiatan terbang gembira. Misi terbang tersebut untuk melihat dari udara wilayah Bali. Pejabat yang ikut dalam penerbangan tersebut Muspida Bali, Pimpinan BI Denpasar, Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana.

Aldrin menyebutkan, empat pesawat latih KT 1 Woong Bee TNI-AU terbang bersama. Pesawat pertama, ketiga dan keempat mendarat dengan selamat. Pesawat kedua yang ditumpangi Pangdam saat menyentuh landasan tiba-tiba terbakar. Insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan mengganggu penerbangan komersial. Insiden terjadi pada ujung timur landasan Bandara Ngurah Rai.

Mendarat Mulus
Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan mengatakan dirinya memang ikut dalam pesawat latih tersebut.

''Saya ikut dalam salah satu pesawat. Ketika selesai terbang, kami langsung mendarat dengan mulus. Saya tidak tahu ada kecelakaan karena begitu mendarat langsung diamankan petugas bandara. Ternyata belakangan saya tahu pesawat yang ditumpangi Pangdam IX/Udayana mengalami kecelakaan dan terbakar,'' ungkapnya.

Jeffrey menegaskan, tidak ada senggolan antara satu pesawat dengan pesawat lain karena semua mendarat secara bergantian.

Sebenarnya Gubernur Bali I Made Mangku Pastika diundang untuk ikut terbang bersama pesawat latih TNI-AU.

Namun, karena ada penandatanganan Pakta Integritas dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan disaksikan Penasihat KPK, Gubernur tidak bisa ikut.

''Gubernur memang diundang tetapi karena waktunya bersamaan dengan penandatanganan Pakta Integritas, Gubernur tidak hadir. Tidak ada pejabat yang mewakili Gubernur dalam kegiatan terbang tersebut,'' ujar Kabag Pusat Pemberitaan dan Dokumentasi Pemprov Bali Drs. I Ketut Teneng. (kmb/ian)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar