Tampilkan postingan dengan label Lanud Iswahyudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lanud Iswahyudi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2009

Personil Pesawat Udara Dilarang Berbisnis

sumber: Tempointeraktif.com

Kamis, 25 Juni 2009 | 17:17 WIB

TEMPO Interaktif, Magetan - Kepala Dinas Material TNI AU Marsekal Pertama I Ketut Sudiasa melarang semua personil pesawat udara berbisnis. Hal itu dikhawatirkan memicu ketidak hati-hatian mereka dalam mengeporasikan pesawat hingga berbuah kecelakaan.

Dalam arahannya kepada perwira Korp Perbekalan Lanud Iswahjudi dan Insub di Dinning Hall Lanud Iswahjudi Magetan Kamis (25/6) tadi siang, Sudiasa mengatakan salah satu penyebab terjadinya musibah kecelakaan udara berawal dari angkutan. Mereka diminta melaksanakan tugas penerimaan barang ke dalam pesawat dengan hati-hati.

“Jangan mudah tergiur untuk melakukan tindakan di luar prosedur demi mencari untung,” katanya.

Meski tidak menjelaskan kegiatan para personil pesawat udara dalam mencari untung tersebut, dia mengakui jika selama ini kehidupan prajurit TNI AU masih kurang layak. Sebagai unsur pimpinan, Sudiasa berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan personilnya agar tetap konsisten dalam bertugas sehari-hari.

Dia juga menegaskan bahwa setiap prajurit harus memiliki mentalitas sederhana dan pengabdian yang tulus kepada negara. Ini berarti, seberapapun penghargaan yang diberikan negara kepada mereka, setiap prajurit dilarang keras mencari penghasilan tambahan di luar prosedur.

“Kami tidak menginginkan peristiwa kecelakaan pesawat terbang TNI terus berlanjut,” katanya.

Kedatangan Kadismatau beserta rombongan ini diterima Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro. Kadismata juga menyempatkan diri mengunjungi Depohar 60 Lanud Iswahjudi sebelum memberikan pengarahan kepada Perwira Korp Perbekalan.

HARI TRI WASONO

Selasa, 23 Juni 2009

Teknisi Iswahjudi "Hidupkan" Pesawat Tempur Inggris

sumber: Tempointeraktif.com

Selasa, 23 Juni 2009 | 14:54 WIB

TEMPO Interaktif, Magetan: Skadron Teknik Lanud Iswahudi Magetan berhasil menghidupkan dan menerbangkan pesawat Hawk MK-53. Pesawat buatan Inggris yang dibeli pada tahun 1978 tersebut sudah lama menganggur karena mengalami kerusakan mesin.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Iswahjudi Mayor Sus Sutrisno mengatakan upaya menerbangkan kembali pesawat Hawk MK-53 ini merupakan keberhasilan tersendiri bagi Skadron Teknik 042 Iswahudi. Selain sudah lama tidak digunakan, kerusakan mesin pesawat tersebut sangat parah.

"Para Ground Crew (teknisi) kita bekerja keras untuk menghidupkannya. Setiap uji coba mesin mengandung tingkat kegagalan tinggi," kata Sutrisno, Selasa (23/6).

Dia mencontohkan, salah satu uji coba yang paling rumit untuk menghidupkan kembali burung besi ini adalah pada tahapan ground running full performance test. Para teknisi dituntut teliti dan sabar dalam memperhitungkan kelembaban serta arah dan kecepatan angin agar sesuai dengan karakteristik mesin. Jika uji coba tersebut gagal dilakukan, pesawat tersebut terancam tidak akan bisa dipergunakan kembali.

"Kami mencobanya pada pukul 03.00 - 06.00 WIB kemarin untuk memenuhi kondisi itu. Alhamdulillah berhasil," kata Sutrisno.

Kesulitan lain yang dihadapi personil Skatek 042 yang dipimpin Mayor Tek Eko Fibriyanto ini adalah pengepasan ring mesin pesawat. Sebab pemasangan satu mesin saja diperlukan waktu hingga dua pekan.

Dengan beroperasinya pesawat Hawk MK-53 ini, jumlah pesawat tempur yang dimiliki Lanud Iswahjudi menjadi bertambah. Mereka adalah pesawat F-16/Fighting Falcon yang dimiliki Skadron Udara 3, pesawat -5/Tiger yang dimiliki Skadron Udara 14, dan pesawat Hawk MK-53 milik Skadron Udara 15. Menurut Sutrisno, pesawat Hawk MK-53 ini masuk ke Indonesia pada tanggal 29 September 1980. Masa pakai pesawat tersebut akan habis pada tahun 2011 mendatang.

HARI TRI WASONO

Suku Cadang Pesawat Tempur Jelek Ditolak

Selasa, 23 Juni 2009 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Magetan: Komandan Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedra meminta personilnya untuk berani menolak suku cadang pesawat yang tidak layak. Hal ini untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat pemasangan onderdil pesawat di luar standar.

"Demi keselamatan terbang, anak buah harus berani menolak jika disuruh memasang suku cadang pesawat yang tidak sesuai standar," kata Bambang, Selasa (23/6).

Menurut Bambang, tragedi kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akhir-akhir ini mendapat perhatian serius dari Asisten Operasi Kasau Marsekal Muda TNI Panji Utama. Terlebih lagi beberapa musibah tersebut disebabkan oleh ketidaklayakan onderdil pesawat yang tetap dipaksakan untuk terbang.

"Mabes AU terus berupaya meningkatkan fasilitas pendukung penerbangan di Skadron Udara. Jangan berkecil hati dengan anggaran yang minim," kata Bambang.

Saat ini, Skadron Terbang Lanud Iswahjudi tengah berusaha meningkatkan kegiatan latihan terbang meski hanya memiliki satu pesawat latih. Kondisi ini secara langsung berdampak pada minimnya pencapaian am terbang di tengah minimnya anggaran yang diterima. Namun demikian, Mabes TNI AU akan memberikan dukungan anggaran perorangan berupa peningkatan tunjangan, asuransi, pemenuhan kebutuhan operasional, dan fasilitas keselamatan.

HARI TRI WASONO

Suku Cadang Pesawat Tempur Jelek Ditolak

sumber: Tempointeraktif.com

Selasa, 23 Juni 2009 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Magetan: Komandan Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedra meminta personilnya untuk berani menolak suku cadang pesawat yang tidak layak. Hal ini untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat pemasangan onderdil pesawat di luar standar.

"Demi keselamatan terbang, anak buah harus berani menolak jika disuruh memasang suku cadang pesawat yang tidak sesuai standar," kata Bambang, Selasa (23/6).

Menurut Bambang, tragedi kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akhir-akhir ini mendapat perhatian serius dari Asisten Operasi Kasau Marsekal Muda TNI Panji Utama. Terlebih lagi beberapa musibah tersebut disebabkan oleh ketidaklayakan onderdil pesawat yang tetap dipaksakan untuk terbang.

"Mabes AU terus berupaya meningkatkan fasilitas pendukung penerbangan di Skadron Udara. Jangan berkecil hati dengan anggaran yang minim," kata Bambang.

Saat ini, Skadron Terbang Lanud Iswahjudi tengah berusaha meningkatkan kegiatan latihan terbang meski hanya memiliki satu pesawat latih. Kondisi ini secara langsung berdampak pada minimnya pencapaian jam terbang di tengah minimnya anggaran yang diterima. Namun demikian, Mabes TNI AU akan memberikan dukungan anggaran perorangan berupa peningkatan tunjangan, asuransi, pemenuhan kebutuhan operasional, dan fasilitas keselamatan.

HARI TRI WASONO