Jumat, 25 Juni 2010

Pesawat Latih TNI-AU Meledak Pangdam Udayana Selamat

Denpasar (Bali Post) - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat B. dan pilot Mayor Pnb. Andi Wijanarko selamat setelah pesawat latih yang ditumpanginya terbakar kemudian meledak saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, Kamis (24/6) kemarin.

Kamis, 24 Juni 2010

Danlanud : Pesawat Jatuh Tidak Karena Senggolan

[Badung.Peristiwa] 24.06.2010 22:01

Beritabali.com, Tuban, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ngurah Rai Letkol Penerbang Aldrin P Mongan mengatakan, kecelakaan pesawat latih KT 1 Wong Bee disebabkan oleh gangguan teknis, dan bukan akibat senggolan atau tabrakan antar pesawat.

Korban Pesawat Latih Ditangani RSUP Sanglah

Denpasar (ANTARA News) - Korban pesawat latih jenis "Woong Bee" yang meledak dan terbakar di kawasan Bandara Ngurah Rai Bali, Kamis siang, saat membawa Pangdam IX/Udayana, hingga petang masih ditangani di Instalasi Gawat Darurat RSUP Sanglah, Denpasar.

Warga Lihat Pesawat Senggolan Sebelum Jatuh

[Denpasar.Peristiwa] 24.06.2010 16:57

Beritabali.com, Denpasar, Pesawat Latih TNI AU yang jatuh di ujung timur landasan bandara Ngurah Rai Bali mengejutkan warga sekitar bandara. Seorang warga menyaksikan pesawat bersenggolan sebelum jatuh menghujam bumi.

Ditumpangi Pangdam, Pesawat Latih TNI AU Jatuh

[Denpasar.Peristiwa] 24.06.2010 16:48

Beritabali.com, Denpasar, Sebuah pesawat latih milik TNI AU, sore ini jatuh di ujung timur landasan Bandara Ngurah Rai Bali. Pilot dan Pangdam IX Udayana Mayjend Rachmat Budiyanto yang ada dalam pesawat ini berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan terjun payung.

Jumat, 11 September 2009

Norwegia Tawarkan Empat Hercules

Jumat, 11 September 2009 18:00 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | Dibaca 531 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Norwegia menawarkan empat unit pesawat angkut C-130 Hercules tipe H kepada Indonesia, kata Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Imam Wahyudi, Jumat.

Ditemui ANTARA di ruang kerjanya di Jakarta, ia mengatakan, empat unit Hercules tipe H itu sebelumnya telah digunakan angkatan udara Norwegia.

"Karenanya mereka (Pemerintah Norwegia) akan melakukan retrovit atau peremajaan terhadap empat Hercules tersebut sebelum diberikan kepada Indonesia," katanya.

Imam mengatakan, empat unit Hercules tipe H yang ditawarkan tersebut keseluruhannya bernilai 66 juta dolar AS. "Ya dengan harga segitu, lumayan juga untuk menambahkan kekuatan skadron Hercules kita, jika pemerintah Indonesia tertarik membelinya," katanya menambahkan.

Sebelumnya, AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.

Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.

Australia menawarkan Hercules Tipe J, namun pesawat dari Australia masih jangka panjang, kendati prosesnya sudah dilaksanakan sejak sekarang, namun realisasinya masih lama.

Hingga kini Indonesia memiliki satu skadron C-130 Hercules berbagai tipe, yakni C-130 Hercules VIP, C-130 H/HS, C-130 B/H dan C-130 BT dengan tingkat rata-rata kesiapan 60 persen atau sekitar sembilan unit.

Meskipun telah puluhan tahun, TNI AU tetap menggunakan dan memelihara C-130 Hercules melalui perawatan terjadwal service life extension programmed (SLEP), inspection repair as necessary (IRAN), dan program retrofit dengan biaya 51 juta dolar AS untuk empat pesawat agar dapat bertugas lebih lama lagi yakni sekitar 15 tahun.

"Kini dari empat Hercules yang menjalani peremajaan di Singapura, dua telah selesai, dan dua sisanya masing-masing diremajakan di Singapura dan Depo Pemeliharaan 10 TNI AU," demikian Imam.(*)

Selasa, 14 Juli 2009

TNI Siapkan Pengadaan Alutsista Baru

TNI Siapkan Pengadaan Alutsista Baru

Jakarta (ANTARA News) - TNI akan memfokuskan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 pada APBN 2010, untuk pengadaan sejumlah alat utama sistem senjata baru menggantikan alat utama sistem senjata yang telah lama dikandangkan seperti pesawat OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 TNI Angkatan Udara (AU).

"Tentu itu akan diadakan bertahap, tidak langsung masing-masing satu skadron. Kenaikannya kan juga harus diprioritaskan juga untuk pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata yang masih digunakan," kata Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Selasa.

Selain itu, TNI akan mengajukan kembali sisa pengadaan helikopter Mi-17 bagi TNI Angkatan Darat (AD) dan kapal selam yang masih tertunda pengadaannya bagi TNI Angkatan Laut (AL).

"Semua alat utama sistem senjata itu, selama ini telah diajukan namun belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Jadi, kita masih melanjutkan program yang sudah direncanakan sebelumnya," kata Sagom.

Untuk pengajuan beberapa alat utama sistem senjata itu, tambah dia, masih digodok terlebih dulu di masing-masing angkatan untuk kemudian dibawa ke Mabes TNI dan dibahas bersama Departemen Pertahanan dan instansi terkait seperti Departemen Keuangan.

Sebelumnya, Sekjen Departemen Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan, segera menggelar rapat bersama Mabes TNI untuk membahas apa saja yang akan difokuskan menyusul rencana kenaikan anggaran pertahanan/TNI sebesar 20 persen pada APBN 2010.

"Kami (Dephan) akan bahas bersama TNI untuk menentukan apa saja yang bisa dilakukan dengan kenaikan anggaran itu. Setelah itu, baru kami berkoordinasi dan membahas bersama instansi terkait seperti Departemen Pertahanan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, dalam rancangan APBN 2010, pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan anggaran pertahanan lebih dari 20 persen dari Rp 33,6 triliun pada 2009 menjadi Rp 40,6 triliun.

"Secara sistematik, tahun demi tahun, kita menuju angka yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan minimum yang diperlukan, antara Rp 100-120 triliun," ujar Presiden.(*) COPYRIGHT © 2009