Jumat, 12 Juni 2009

Heli TNI AU Jatuh di Bogor, SBY Terima Berita Heli Jatuh Saat Kampanye Presiden telah meminta Panglima TNI melakukan tindakan seperlunya.

Jum'at, 12 Juni 2009, 16:17 WIB
Arfi Bambani Amri, Eko Huda S
Presiden Yudhoyono dan Juru Bicara Andi Mallarangeng (Antara/ Ali Anwar)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima informasi helikopter Angkatan Udara jatuh saat berpidato dalam kampanye di Malang, Jawa Timur. SBY masih menunggu laporan resmi dari Kepala Staf Angkatan Udara dan Panglima TNI.

"Kami baru menerima berita itu dari SMS, breaking news ketika kampanye digelar," kata Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, di sela-sela kampanye, Malang, Jumat 12 Juni 2009.

Karena masih menunggu laporan resmi, Presiden belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai helikopter jenis Puma yang jatuh di kompleks Lapangan Udara Atang Senjaya, Bogor, Jawa Barat, itu. Andi hanya menyebut, SBY sebelumnya sudah berkali-kali mengingatkan Panglima TNI supaya berhati-hati ketika cuaca buruk.

"Pak SBY juga meminta kepada Panglima TNI supaya mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujar Andi.

Helikopter itu membawa tujuh penumpang dan dua di antaranya dipastikan tewas. Helikopter diduga jatuh karena kerusakan mesin.

arfi.bambani@vivanews.com

• VIVAnews

Helikopter TNI AU Jatuh di Bogor, DPR: Peristiwa Ini Memalukan

DPR menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas jatuhnya kembali helikopter milik TNI.
Jum'at, 12 Juni 2009, 16:01 WIB
Ita Lismawati F. Malau
(tniad.mil.id)

VIVAnews - Anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andreas Pariera menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas jatuhnya kembali helikopter milik TNI, siang tadi.

"Ini merupakan peristiwa yang sangat memilukan sekaligus memalukan," kata politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu, Jumat 12 Juni 2009. "Kecelakaan pesawat ini menjadi keseharian kita. Sangat memalukan," tambahnya.

Menurutnya, kecelakaan yang beruntun dalam beberapa bulan terakhir mengindikasikan sesuatu yang salah. "Harus ada yang bertanggung jawab secara struktural," tegasnya. "Ini sudah tidak bisa menggunakan alasan teknis."

Menurut Andreas, kerusakan alat sistim utama senjata (alutsista) harus dihentikan pada kecelakaan yang terakhir saja di Bogor. "Jangan sampai ada lagi," katanya.

Dua korban tewas dalam kecelakaan heli jenis Puma jenis H3306 di sekitar Lapangan Udara Atang Senjata, Bogor, Jumat, 12 Juni 2009 tepat pukul 14.20 WIB. Lima penumpang lainnya segera dilarikan ke rumah sakit.

• VIVAnews


Heli TNI AU Jatuh di Bogor, Inilah Tujuh Nama Awak Heli Puma

Lima dari kru pesawat itu adalah teknis yang baru saja melakukan perawatan atas heli itu.
Jum'at, 12 Juni 2009, 15:55 WIB
Umi Kalsum, Eko Priliawito
(tniad.mil.id)

VIVAnews - Heli Puma jenis H3306 yang jatuh di sekitar lapangan udara Atang Sanjaya, Bogor mengangkut tujuh awak. Pesawat sedang melakukan uji terbang setelah perawatan.

Kepala Penerangan Lanud Atang Sanjaya Mayor Adam kepada VIVAnews, Jumat 12 Juni 2009 mengungkapkan, uji terbang dilakukan untuk mengetahui kekuarangan heli paska perawatan. Heli jatuh pukul 14.20 WIB.

Inilah tujuh nama korban heli nahas tersebut:

1. Mayor Penerbang Sobic (pilot)
2. Lettu Penerbang Wisnu (kopilot)
3. Serka Catur (teknisi), korban tewas
4. Serka Dodi (teknisi), korban tewas
5. Bintara Rony (teknisi)
6. Serka Edwan (teknis)
7. Serka Ferdinan (teknisi)

Insiden pesawat jatuh terakhir milik TNI Angkatan Darat. Helikopter jenis Bolkow menabrak tebing dan jatuh di kawasan Cianjur Selatan, Jawa Barat. Akibat kecelakaan itu tiga orang tewas. Tiga korban tewas merupakan anggota Komando Pasukan Khusus yang sedang bertugas di kawasan itu.

• VIVAnews

Heli TNI AU Jatuh di Bogor, Korban Tewas Serka Catur & Serka Dodi

Kedua korban tewas adalah teknisi heli tersebut. Dari tujuh penumpang, lima adalah teknisi
Jum'at, 12 Juni 2009, 15:43 WIB
Umi Kalsum
(Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Dua korban tewas dalam kecelakaan heli jenis Puma jenis H3306 bernama Serka Catur Heli dan Serka Dodi. Keduanya merupakan teknis heli tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma Bambang Sulistyo kepada VIVAnews mengatakan, kedua korban sudah dievakuasi.

"Dua orang yang tewas itu semuanya teknis. Dari 7 penumpang, lima di antaranya teknis," kata Bambang

Heli ini jatuh di sekitar Lapangan Udara Atang Senjata, Bogor, Jumat, 12 Juni 2009 tepat pukul 14.20 WIB.

• VIVAnews


Heli TNI AU Jatuh di Bogor Petugas RS Atang Sanjaya: Saya Takut Salah

Kecelakaan hari ini hanya selang empat hari dari kecelakaan helikopter di Cianjur.
Jum'at, 12 Juni 2009, 15:38 WIB
Elin Yunita Kristanti
(Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Lagi-lagi pesawat milik TNI mengalami mengalami kecelakaan dan terjatuh. Hari ini, Jumat 12 Juni 2009, Helikopter jenis Puma TNI Angkatan Udara berpenumpang tujuh orang jatuh di Lapangan Udara Atang Sanjaya Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 13.00.

Dua orang di dalam helikopter diduga tewas, sedangkan lainnya menjalani perawatan. Saat ini petugas evakuasi sudah membawa para korban ke Rumah Sakit Lapangan Udara Atang Sanjaya.

Dihubungi VIVAnews, petugas piket Rumah Sakit Atang Sanjaya menolak memberikan informasi. "Likasinya jauh, mungkin belum datang [ke rumah sakit]," kata salah satu petugas yang tak mau menyebutkan namanya. Padahal, rumah sakit dan lapangan udara berada dalam saytu kompleks.

Ketika ditanya berapa korban yang dirawat di RS Atang Sanjaya, petugas pria tersebut kembali menolak menjawa. "Kami sedang sibuk, takut salah," tambah dia.

Insiden pesawat jatuh terakhir milik TNI Angkatan Darat. Helikopter jenis Bolkow menabrak tebing dan jatuh di kawasan Cianjur Selatan, Jawa Barat pada Senin 8 Juni sekitar pukul 15.20, hanya empat hari sebelum insiden kecelakaan hari ini terjadi.

Akibat kecelakaan itu tiga orang tewas. Tiga korban tewas merupakan anggota Komando Pasukan Khusus yang sedang bertugas di kawasan itu.